Pernahkah anda merasa tidak suka,atau bahkan benci terhadap kawan,saudara,rekan kerja atau bahkan orang yang tidak anda kenal sekalipun? Perasaan tidak suka yang tumbuh di hati seorang manusia terhadap manusia lainnya biasanya di dasarkan oleh ketidak mampuan memahami perbedaan karakter.Banyak dari kita tidak kita yang merasa terganggu oleh karakter atau sifat orang lain yang pemarah,pembohong,penggunjing,pengumpat,dan perilaku -perilaku buruk lainnya.Merasa terganggu terhadap sifat sifat itu adalah suatu hal yang wajar,namun akan menjadi tidak wajar jika sifat sifat buruk itu justru menghegemoni diri kita sendiri.Sebagaimana kita ketahui rasa tidak suka atau benci terhadap sesama manusia tanpa alasan yang di benarkan oleh agama adalah perbuatan yang tidak baik dan termasuk penyakit hati.Perasaan seperti itu biasanya timbul karena kita belum tahu akan hakikat manusia,belum mampu memahami perbedaan.
Dalam buku nya Dr,Ibrahim Elfiky mengatakan bahwa Manusia itu secara hakikat adalah makhluk yang sempurna di mana karakter dan sifat "kemanusiaannya" adalah suatu hal yang berbeda.Banyak dari kita berinteraksi dengan kawan,sahabat,saudara,atau bahkan dengan orang tua cenderung pada sifat atau kharakternya bukan berteman terhadap mereka sebagai manusia secara Hakikat.Dalam proses interaksi sosial,karakter dari manusia adalah hal pertama yang akan kita hadapi,bahkan kita bisa menilai seorang manusia itu baik atau buruk dari karakter yang di bawanya.Namun jika kita hanya terpaku pada karakternya saja tanpa memahami dia sebagai "manusia" maka kita cenderung akan menjadi pribadi yang mudah benci ketika karakter seseorang tidak seperti yang kita inginkan.Sebagai contoh,dalam kehidupan bersosial baik di masyarakat maupun dalam lingkup komunitas kita tidak akan lepas dari yang namanya friksi.Ambil sebuah contoh mudah,Dalam rapat evaluasi kepanitiaan,ada seorang kawan yang melontarkan kritik begitu pedas dengan kata kata yang kasar,terlepas yang di katakannya benar adanya atau tidak,biasanya kita tidak suka jika di kritik seperti itu.Dan parahnya kita justru membenci manusianya bukan pada karakternya.Di mana efeknya kita mulai terhegemoni oleh karakter karakter itu,mulailah kita memikirkannya,membicarakannya hingga energi kita habis untuk hal hal seperti.Agar hidup kita tentram kita harus berinteraksi dengan manusianya bukan dengan karakternya.
Mahasuci Allah yang menciptakan manusia dengan segala keunikan,dan ke khasannya masing -masing tidak ada manusia yang sama persis di dunia ini,kembar identik pun pasti tetap ada perbedaannya,.Manusia pasti berbeda secara fisik maupun karakter,namun sayang hanya segelintir dari kita yang mau menyadari itu.Sebagian besar dari kita justru ingin menyamakan perbedaan -perbedaan yang ada padahal sampai kapanpun namanya sebuah perbedaan tidak mungkin bisa di satukan.Ketidak mampuan untuk memahami perbedaan inilah yang sering menjadi akar konflik di masyarakat atau komunitas.Padahal kemampuan untuk memahami perbedaan itu sangatlah penting agar dalam bermasyarakat atau berkomunitas kita bisa hidup tentram.Kita harus menyadari bahwa pada hakikatnya kita hidup dalam perbedaan,kita tidak bisa memaksakan orang lain seperti yang kita inginkan,kita tidak bisa menginginkan orang lain baik terhdap kita,kita tidak bisa berharap orang lain seperti yang kita inginkan,tapi kitalah yang harus menyiapkan diri terhadap setiap kemungkinan yang terjadi.
Sikap tidak suka atau membenci manusia lain adalah penyakit hati yang menggerus engegi jiwa.Di mana kita menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan sesuatu yang tidak perlu dan seharusnya tidak kita lakukan.Sebagai makhluk sosial sudah seharusnya kita bisa memahami dan mengerti akan tabiat orang lain,dengan memahami karakter orang lain hati kita tidak mudah cedera jika kita di hadapkan terhdap karakter -karakter yang tidak menyenangkan. (By Aef Nandi Setiawan)







Mantap sekali dinda. Tulisan yang sungguh inspiratif, dan sarat kritik sosial. Saya sepakat bahwa sesungguhnya memang perbedaan ya bukan persamaan, tapi bukan berarti sesuatu yang berbeda-beda harus saling bertentangan atau tak bisa berjalan beriringan untuk tujuan bersama manusia yang berbeda-beda.
BalasHapusSeperti dinda sampaikan, bahwa yang menyatukan perbedaan adalah karena manusia sesungguhnya adalah ; menginginkan HIDUP TENTRAM. Ketentraman, kedamaian, keadilan, kesejahteraan hanya akan terwujud jika tidak ada lagi nafsu setan, yaitu nafsu saling menindas, tidak ada lagi kejahatan.
Namun sisi baik dan sisi jahat adalah sunatullah yang pasti akan selalu ada. Nah, tinggal kita mau pilih menjadi sisi yang baik atau menjadi sisi yang jahat. Tipu daya Setan sangat keji, kadang karena terpengaruh nafsu setan, orang atau kelompok yang beritikad baik akan dibuat menjadi buruk dimata orang-orang pendengki.
Contohnya, ketika kita diberi amanah yang tujuannya mulia, pasti akan banyak yang tidak setuju. Mereka yang tidak setuju pasti akan melakukan pendekatan untuk membunuh karakter kita, seperti dinda bilang bahwa mereka itu terbiasa berinteraksi dengan karakter. Itu tujuannya untuk melemahkan iman kita, sehingga kita akan mundur dari amanah itu, sehingga orang-orang keji itulah yang akan mengisi amanah yang seharusnya dijalankan kita.
Tentu sebagai Hamba Allah yang memahami bahwa amanah adalah ujian maka kita harus melewati ujian itu agar semakin menguatkan iman kita. Amanah yang merupakan ujian itu juga harus kita syukuri, sebagaimana perintah Allah dan Rosulullah agar kita pandai bersyukur.
Wujud syukur dari amanah yang diberikan kepada kita adalah memahami amanah itu, menjalankan amanah itu sebaik-baiknya hingga tuntas. Dengan demikian kita akan mengalahkan hawa nafsu orang-orang yang melakukan pendekatan dengan pembunuhan karakter terhadap kita. Yakin Usaha Sampai.