LK 1 HmI Ibnu Sina Purwokerto

Peserta menerima materi didalam ruangan.

LK 1 HmI Ibnu Sina Purwokerto

Suasana Pelantikan Kader Muda HmI Ibnu Sina Purwoketo.

LK 1 HmI Ibnu Sina Purwokerto

Kanda Zami, saat Pelantikan Kader Muda HmI Ibnu Sina Purwokerto.

LK 1 HmI Ibnu Sina Purwokerto

Sumpah dalam Pelantikan Kader HmI Ibnu Sina Purwokerto.

Rapat HmI

Ketua Hmi Ibnu Sina Puwokerto dan Sekretaris Umum.

Minggu, 14 Desember 2014

Susunan Acara LK (Pembukaan + Penutupan)

1. Pembukanan (Membaca Basmallah)

2. Membaca ayat suci Al-qur'an

3. Menyayikan lagu Indonesia Raya dan Hymne HmI

4. Sambutan-Sambutan:
- Ketua Panitia
- Ketua Umum Komisariat Ibnu Sina
- Ketua Cabang HmI Purwokerto (Sekaligus membuka LK  atau menutup LK)

5. Pembacaan surat keputusan, oleh BPL dan ikrar anggota oleh pengurus cabang

6. Kesan dan pesan oleh peserta

7. Pembacaan do'a

8. Penutup (Membaca hamdalah)


Keterangan

Tulisan Hitam (Dipake untuk membuka + Menutup)Tulisan Biru (Dipeke untuk Pembukaan)Tulisan Merah (Dipake untuk Penutupan)

Makana lambang HmI

Bentuk huruf alif:
- Sebagai huruf hidup, lambang optimis kehidupan HmI
- Huruf alif merupakan angka 1 (satu) lambang dasar/semangat HmI

Bentuk perisai:
Lambang kepeloporan HmI

Bentuk jantung:
Jantung adalah pusat kehidupan manusia, lambang proses perkaderan HmI

Bentuk pena:
Melambangkan bahwa HmI adalah organisasi mahasiswa yang senantiasa aus ilmu pengetahuan

Gambar bulan bintang:
Lambang keimanan seluruh umat islam di dunia

Warna hijau:
Lambang keimanan dan kemakmuran

Keseimbangan warna hijau dan hitam:
Lambang ilmu pengetahuan

Warna putih:
lambang kesucian dan kemurnian perjuangan HmI

Puncak tiga:
- Lambang imam, islam dan ikhsan
- Lambang imam, ilmu dan amal

Tulisan HmI:
Kepanjangan dari Himpunan mahasiswa Islam

Hymne Himpunan mahasiswa Islam

Bersyuker dan iklas
Himpunan mahasiswa Islam
Yakin Usaha Sampai
Untuk kemajuan
Hidayah dan taufiq
Bahagia HmI
                    Berdoa dan ikrar
                    Menjunjung tinggi syiar Islam
                    Turut Qur'an dan hadis
                    Jalan keselamatan
                    Ya Allah berkati
                    Bahagia HmI

Silahkan diklik:
Download Lagu-lagu HmI

Selasa, 02 Desember 2014

Berinteraksilah dengan "Manusia" bukan dengan Karakternya


Pernahkah anda merasa tidak suka,atau bahkan benci terhadap kawan,saudara,rekan kerja atau bahkan orang yang tidak anda kenal sekalipun? Perasaan tidak suka yang tumbuh di hati seorang manusia terhadap manusia lainnya biasanya di dasarkan oleh ketidak mampuan memahami perbedaan karakter.Banyak dari kita tidak kita yang merasa terganggu oleh karakter atau sifat orang lain yang pemarah,pembohong,penggunjing,pengumpat,dan perilaku -perilaku buruk lainnya.Merasa terganggu terhadap sifat sifat itu adalah suatu hal yang wajar,namun akan menjadi tidak wajar jika sifat sifat buruk  itu justru menghegemoni diri kita sendiri.Sebagaimana kita ketahui rasa tidak suka atau benci terhadap sesama manusia tanpa alasan yang di benarkan oleh agama adalah perbuatan yang tidak baik dan termasuk penyakit hati.Perasaan seperti itu biasanya timbul karena kita belum tahu akan hakikat manusia,belum mampu memahami perbedaan.

Dalam buku nya Dr,Ibrahim Elfiky mengatakan bahwa Manusia itu secara hakikat adalah makhluk yang sempurna di mana karakter dan sifat "kemanusiaannya" adalah suatu hal yang berbeda.Banyak dari kita berinteraksi dengan kawan,sahabat,saudara,atau bahkan dengan orang tua cenderung pada sifat atau kharakternya bukan berteman terhadap mereka sebagai manusia secara Hakikat.Dalam proses interaksi sosial,karakter dari manusia adalah hal pertama yang akan kita hadapi,bahkan kita bisa menilai seorang manusia itu baik atau buruk dari karakter yang di bawanya.Namun jika kita hanya terpaku pada karakternya saja tanpa memahami dia sebagai "manusia" maka kita cenderung akan menjadi pribadi yang mudah benci ketika karakter seseorang tidak seperti yang kita inginkan.Sebagai contoh,dalam kehidupan bersosial baik di masyarakat maupun dalam lingkup komunitas kita tidak akan lepas dari yang namanya friksi.Ambil sebuah contoh mudah,Dalam rapat evaluasi kepanitiaan,ada seorang kawan yang melontarkan kritik begitu pedas dengan kata kata yang kasar,terlepas yang di katakannya benar adanya atau tidak,biasanya kita tidak suka jika di kritik seperti itu.Dan parahnya kita justru membenci manusianya bukan pada karakternya.Di mana efeknya kita mulai terhegemoni oleh karakter karakter itu,mulailah kita memikirkannya,membicarakannya hingga energi kita habis untuk hal hal seperti.Agar hidup kita tentram  kita harus berinteraksi dengan manusianya bukan dengan karakternya.

Mahasuci Allah yang menciptakan manusia dengan segala keunikan,dan ke khasannya masing -masing tidak ada manusia yang sama persis di dunia ini,kembar identik pun pasti tetap ada perbedaannya,.Manusia pasti berbeda secara fisik maupun karakter,namun sayang hanya segelintir dari kita yang mau menyadari itu.Sebagian besar dari kita justru ingin menyamakan perbedaan -perbedaan yang ada padahal sampai kapanpun namanya sebuah perbedaan tidak mungkin bisa di satukan.Ketidak mampuan untuk memahami perbedaan inilah yang sering menjadi akar konflik di masyarakat atau komunitas.Padahal kemampuan untuk memahami perbedaan itu sangatlah penting agar dalam bermasyarakat atau berkomunitas kita bisa hidup tentram.Kita harus menyadari bahwa pada hakikatnya kita hidup dalam perbedaan,kita tidak bisa memaksakan orang lain seperti yang kita inginkan,kita tidak bisa menginginkan orang lain baik terhdap kita,kita tidak bisa berharap orang lain seperti yang kita inginkan,tapi kitalah yang harus menyiapkan diri terhadap setiap kemungkinan yang terjadi.

Sikap tidak suka atau membenci manusia lain adalah penyakit hati yang menggerus engegi jiwa.Di mana kita menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan sesuatu yang tidak perlu dan seharusnya tidak kita lakukan.Sebagai makhluk sosial sudah seharusnya kita bisa memahami dan mengerti akan tabiat orang lain,dengan memahami karakter orang lain hati kita tidak mudah cedera jika kita di hadapkan terhdap karakter -karakter yang tidak menyenangkan. (By Aef Nandi Setiawan)

Minggu, 23 November 2014

Foto HMI Ibnu Sina Purwokerto